PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
25 February 2026
ELPI Raih Kredit Rp395 M dari Bank Mandiri Buat Beli 10 Kapal Baca artikel CNBC Indonesia "ELPI Raih Kredit Rp395 M dari Bank Mandiri Buat Beli 10 Kapal

PT Pelayaran Nasional Eklya Purnamasari Tbk. (ELPI) mendapatkan kredit investasi sebesar Rp395,2 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Dalam keterbukaan informasi, manajemen ELPI melaporkan fasilitas kredit itu diberikan pada 24 Februari 2026.

Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo merincikan fasilitas kredit itu terdiri dari kredit investasi IX sebesar Rp280 miliar dan kredit investasi X sebesar Rp115,2 miliar.

Ia menjelaskan kredit investasi IX akan digunakan untuk pengadaan 6 unit kapal, yang terdiri dari Offshore Support Vessel/Offshore Supply Barge (OSV/OSB), Harbour Tug, Crew Boat, dan Pilot Boat. Tujuannya, pengadaan kapal itu khusus untuk kontrak PT Layar Nusantara Gas.

Sementara kredit investasi X digunakan untuk pengadaan 4 unit kapal baru jenis Offshore Support Vessel (OSV) dan/atau Crew Boat.

"Seluruh kapal yang dibiayai akan dijadikan agunan dan diikat dengan hipotek sesuai ketentuan Bank," ungkap Wawan dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (25/2/2026).

Fasilitas Kredit Investasi IX bersifat Committed, Non-Revolving dan Advised dengan jangka waktu 96 bulan. Sedangkan fasilitas Kredit Investasi X bersifat Uncommitted, Non-Revolving dan Advised serta dapat menjadi committed setelah pemenuhan persyaratan tertentu, dan uncommitted 81 bulan.

Lebih lanjut, Wawan mengatakan fasilitas kredit investasi IX telah mendapatkan kontrak selama 18 tahun untuk Floating Liquid Natural Gas (FLNG) pada Teluk Bintuni Papua Barat. Selain itu, fasilitas kredit ini berdampak pada peningkatan pendapatan emiten pelayaran itu.

"Adanya kepastian dan peningkatan revenue serta memberikan kepastian going concern dan memperkuat posisi Perseroan dibidang Offshore Support Vessel," ungkapnya.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
13 February 2026
Orela bersama ELPI Dukung Proyek Energi Surya Terapung Berbasis Laut di Gili Ketapang

Orela-ELPI melalui kolaborasi Innovate UK, British Embassy Jakarta, serta mitra akademik dan industri dari Indonesia dan Inggris, mendukung pengembangan proyek Floating Solar Photovoltaic (FPV) berbasis laut pertama di Indonesia yang berlokasi di Pulau Gili Ketapang, Jawa Timur.

Proyek yang dikembangkan oleh Solar2Wave ini merupakan hasil kolaborasi Cranfield University, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Pattimura, serta mitra industri termasuk Orela Shipyard dan Achelous Energy Ltd. Sistem FPV berkapasitas 27,2 kW ini dirancang untuk beroperasi di lingkungan laut dekat pantai (nearshore) sebagai solusi energi bersih bagi pulau-pulau kecil.

Tidak hanya menyediakan listrik ramah lingkungan, proyek ini juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan energi untuk kegiatan produktif, seperti penyediaan es dan penyimpanan dingin bagi nelayan guna menjaga kualitas hasil tangkapan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen dalam mendukung transisi energi, pengurangan emisi karbon, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
05 February 2026
Emiten Pelayaran ELPI Beri Penjelasan Pasca Suspensi

Emiten jasa pelayaran pendukung industri energi, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) memberikan penjelasan resmi terkait dinamika pergerakan saham perseroan yang sempat memicu penghentian sementara (suspensi) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) awal pekan ini. Sekretaris Perusahaan ELPI, Wawan Heri Purnomo, menegaskan suspensi tersebut murni bersifat cooling down akibat aktivitas transaksi pasar yang tidak biasa (unusual market activity/UMA) dan bukan disebabkan oleh pelanggaran regulasi maupun masalah fundamental. "Kami sampaikan bahwa suspensi ini bukan karena adanya pelanggaran material, kealpaan pelaporan, gagal bayar (default), maupun isu hukum seperti PKPU. Langkah ini adalah fungsi self-regulatory organization (SRO) bursa untuk memberikan waktu bagi investor mempertimbangkan keputusan secara matang," tegas Wawan dalam Public Expose Insidentil di Surabaya, Kamis (5/2/2026). Dia menjelaskan manajemen mencatat pergerakan saham ELPI sangat fluktuatif sejak Januari 2026, berpindah dari level Rp800 hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) di posisi Rp1.405 pada 22 Januari, sebelum akhirnya mengalami normalisasi harga melalui mekanisme pasar. Merespons volatilitas tersebut, dia meyakini, kepercayaan pasar didorong oleh fundamental perusahaan yang kian solid. ELPI baru saja mengamankan kontrak jangka panjang senilai Rp2,39 triliun dengan durasi mencapai 18 tahun. Kontrak ini melibatkan pengoperasian enam armada baru di sektor hulu migas. Wawan menambahkan, perseroan juga tengah memacu penetrasi internasional. Saat ini, salah satu armada ELPI telah resmi beroperasi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, sebagai bagian dari visi menjadi world class shipping company.

"Diversifikasi yang kami lakukan fokus pada belanja modal yang produktif. Saat ini kami mengelola total 115 armada, di mana 106 unit merupakan kapal offshore milik sendiri. Kami tidak hanya menambah aset, tapi memastikan setiap investasi memberikan multiplier effect bagi ekonomi perusahaan," jelasnya. Untuk mendukung target pertumbuhan agresif di tahun ini, dia menyebut, ELPI bersiap melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,03 miliar lembar saham baru. "Seluruh dana yang dihimpun akan dialokasikan untuk pengembangan investasi dan penguatan struktur permodalan. Perseroan menjadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan pemegang saham pada 9 Maret 2026,” ujarnya. Hingga saat ini, dia mengatakan, struktur pemegang saham perseroan dipastikan tetap stabil dengan porsi kepemilikan masyarakat (free float) sebesar 15%. Manajemen juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan (sustainability) melalui inovasi efisiensi bahan bakar dan program green port. "Kinerja keuangan kami terus mencatatkan pertumbuhan positif sejak IPO. Kami optimistis, dengan fundamental yang kuat dan rencana aksi korporasi yang terukur, ELPI akan terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham secara berkelanjutan," tutur Wawan.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
11 September 2025
Permintaan Kapal Baru dan Reparasi Naik, Begini Jurus ELPI Pacu Bisnis Galangan

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melihat tren permintaan jasa galangan kapal terus meningkat, baik untuk pembangunan kapal baru maupun reparasi.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, perseroan berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 30%.

Corporate Secretary ELPI Wawan Heri Purnomo mengatakan, saat ini utilisasi kapasitas di galangan milik perseroan yang berlokasi di Gresik dan Samarinda-Balikpapan sudah penuh.

"Secara kapasitas, kami sudah full. Satu galangan bisa menangani sekitar 1.500 ton per tahun, dan saat ini beban order sudah overload. Karena itu kami melakukan ekspansi agar bisa menampung permintaan,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (4/9/2025).

Menurut Wawan, tren permintaan di pasar saat ini relatif lebih banyak untuk jasa reparasi dan pemeliharaan. Namun dari sisi kapasitas produksi, justru pembangunan kapal baru lebih dominan. Hal ini karena pembangunan kapal baru dapat langsung diestimasi berdasarkan ukuran dan spesifikasi tonase.

"Kalau reparasi sifatnya lebih fluktuatif. Sementara kapal baru, misalnya 40 meter atau 30 meter, kapasitas produksinya jelas dan terukur,” jelasnya.

Saat ini, ELPI tercatat tengah mengerjakan sembilan kapal baru, terdiri dari kapal multipurpose, tug and barge, hingga crew boat. Proses pembangunan kapal umumnya membutuhkan waktu 16–18 bulan, termasuk tahap uji laik laut dan klasifikasi.

"Karena beban kerja sudah penuh, kami bahkan menolak beberapa permintaan eksternal untuk pembangunan kapal,” kata Wawan.

Meski demikian, jasa reparasi dan pemeliharaan tetap diambil demi menjaga hubungan dengan pelanggan.

"Kalau tidak diambil, ada risiko pelanggan tidak kembali ke galangan kita. Karena itu ekspansi menjadi pilihan,” tambahnya.

Wawan menuturkan, tantangan utama industri galangan kapal nasional masih berkutat pada ketergantungan impor bahan baku dan mesin, mulai dari mesin utama, generator, baling-baling hingga komponen kecil seperti kursi kapal.

"Mesin kapal sifatnya customized, jadi produsen global hanya akan membuat setelah ada permintaan. Ini membuat rantai pasok lebih panjang,” ujarnya.

Kapal bekas berusia 10 tahun asal Tiongkok masih diminati karena harganya relatif murah, sehingga kerap menjadi alternatif dibandingkan membangun kapal baru di dalam negeri.

“Industri galangan kapal di Indonesia akan tumbuh lebih cepat jika ada aturan yang membatasi usia kapal. Tanpa restriksi, tren pembelian kapal bekas dari luar negeri akan tetap menjadi tantangan,” tutur Wawan.

Sumber: Kontan


PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
10 September 2025
ELPI Siapkan Ekspansi Galangan Kapal, Produksi Akan Naik 30%

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) mencatat lonjakan permintaan jasa galangan kapal, baik untuk pembangunan kapal baru maupun jasa reparasi. Untuk mengantisipasi tren ini, perusahaan berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 30%.

Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, menjelaskan bahwa saat ini tingkat utilisasi dua galangan milik ELPI—yang berlokasi di Gresik dan di kawasan Samarinda-Balikpapan—sudah mencapai batas maksimum.

“Secara kapasitas, kami sudah penuh. Satu galangan mampu menangani sekitar 1.500 ton per tahun, dan saat ini order sudah overload. Karena itu, ekspansi menjadi langkah strategis untuk menangkap peluang pasar,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).

Permintaan Tinggi, ELPI Tolak Order Eksternal

Permintaan pasar saat ini lebih banyak datang dari sektor reparasi dan pemeliharaan kapal. Namun secara kapasitas, pembangunan kapal baru masih mendominasi karena bisa dihitung secara pasti berdasarkan ukuran dan spesifikasi kapal.

“Kalau reparasi lebih fluktuatif. Tapi untuk kapal baru—misalnya 30 atau 40 meter—kapasitas produksinya jelas dan bisa direncanakan,” kata Wawan.

Saat ini ELPI tengah mengerjakan sembilan unit kapal baru, mulai dari multipurpose vessel, tug and barge, hingga crew boat. Proses pembangunan memakan waktu 16 hingga 18 bulan, termasuk uji laik laut dan proses klasifikasi.

“Karena kapasitas sudah penuh, kami bahkan menolak beberapa permintaan eksternal untuk pembuatan kapal. Namun, jasa reparasi tetap kami layani demi menjaga relasi dengan pelanggan,” tambahnya.

Tantangan: Impor Bahan Baku dan Tekanan Kapal Bekas Asal Tiongkok

Meski optimistis dengan potensi pasar, Wawan menyoroti sejumlah tantangan yang masih membayangi industri galangan kapal nasional. Salah satunya adalah tingginya ketergantungan terhadap impor bahan baku dan komponen, seperti mesin utama, generator, baling-baling, hingga komponen kecil.

“Mesin kapal sifatnya customized, jadi produsen baru memproduksi setelah ada permintaan. Ini membuat rantai pasok menjadi lebih panjang dan kompleks,” ungkapnya.

Selain itu, persaingan dengan kapal bekas dari Tiongkok juga menjadi tantangan tersendiri. Kapal bekas berusia 10 tahun masih banyak diminati karena harganya yang jauh lebih murah dibanding membangun kapal baru di dalam negeri.

“Kalau tidak ada regulasi yang membatasi usia kapal impor, tren pembelian kapal bekas akan terus menekan pertumbuhan industri galangan nasional,” tegas Wawan.

Dorongan Regulasi Diperlukan

ELPI menilai perlunya kebijakan yang lebih berpihak pada industri maritim dalam negeri, termasuk insentif fiskal dan pembatasan usia kapal impor. Dengan dukungan regulasi yang tepat, perusahaan yakin industri galangan kapal nasional bisa tumbuh lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Sumber: Jagat Bisnis

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
04 September 2025
ELPI Wins the Prestigious ExxonMobil Ruby Award 2024

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) membuat sejarah dengan menjadi kontraktor maritim Indonesia pertama yang meraih penghargaan Internasional begengsi. ExxonMobil Ruby Award 2024.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh ExxonMobil pada 22 Agustus 2025 sebagai apresiasi atas kinerja luar biasa, kontribusi strategis serta komitmen ELPI dalam mendukung proyek energi global dengan standar keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan yang tinggi.

ELPI dinilai sukses merespons situasi kritis dengan cepat, menyediakan kapal pengganti dan mengamankan semua persetujuan otoritas sehingga operasi klien tidak terganggu. Prestasi ini membuktikan profesionalisme dan daya saing industri pelayaran nasional di kancah global.

Bagi ELPI, penghargaan ini memotivasi untuk terus berinovasi, menjaga standar tinggi, dan memperkuat kemitraan strategis, sekaligus memperkuat roadmap perusahaan untuk menjadi mitra logistik terdepan di sektor energi.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
04 September 2025
Emiten Pelayaran (ELPI) Lepas Dua Unit Kapal ke Anak Usaha, Segini Nilainya

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menjual satu set kapal Tug & Barge miliknya kepada anak perusahaan, PT ELPI Trans Cargo (ETC). Aset yang dilepas terdiri dari Kapal Tugboat Hakuna 2001 dan Kapal Barge Matata 3001. Transaksi ini telah dituangkan dalam Perjanjian Ikatan Jual Beli (PIJB) pada 31 Juli 2025.

Sekretaris Perusahaan ELPI, Wawan Heri Purnomo, menyampaikan bahwa ETC merupakan entitas anak dengan kepemilikan saham ELPI sebesar 99%. Adapun total nilai transaksi ini sebesar Rp48 miliar, terdiri atas Rp19 miliar untuk Kapal Tugboat Hakuna 2001 dan Rp29 miliar untuk Kapal Barge Matata 3001.

Pembayaran akan diselesaikan paling lambat pada 15 Desember 2025. “Dana pembelian Kapal Hakuna 2001 dan Matata 3001 didapatkan ETC dari pinjaman perbankan,” ujar Wawan.

Meskipun melepas dua unit kapal, manajemen menegaskan bahwa transaksi ini tidak berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan maupun kelangsungan usaha ELPI secara grup. Sebab saat ini, ELPI mengoperasikan lebih dari 100 unit kapal dan sedang dalam proses pengadaan kapal-kapal terbaru untuk memperkuat armadanya.

Adapun akuisisi satu set kapal oleh ETC dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi operasionalnya di sektor dry bulk. “Meningkatkan valuasi dan likuiditas ETC sebagai entitas anak dengan core bisnis dry bulk serta memberikan potensi penambahan revenue dan kinerja keuangan,” jelas Wawan.

Transaksi ini juga bertujuan memperkuat kedudukan ETC sebagai entitas mandiri yang dapat bersaing dan mengikuti tender sendiri dalam pangsa pasar dry bulk. “Transaksi ini ditujukan untuk membantu ETC sebagai entitas anak yang baru didirikan pada bulan Februari 2025 untuk memperoleh kapal pertamanya guna menunjang operasionalnya,” pungkasnya.

Sumber: Warta Ekonomi

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
21 February 2025
Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) Catat Pendapatan Rp 1,20 Triliun di 2024

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 1,20 triliun di sepanjang 2024. Pendapatan ini naik sekitar 12% dibandingkan pendapatan usaha di tahun 2023 yang senilai Rp 1,07 triliun.

Corporate Secretary PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Wawan Heri Purnomo menyatakan, selama tiga tahun berturut-turut, kinerja ELPI menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di bidang offshore support vessel.


“Bidang offshore masih memberikan kontribusi terbesar yaitu 55% dibandingkan pendapatan non offshore sebesar 41%,” ungkap Wawan, Senin (10/3).

Dari total pendapatan 2024 yang mencapai Rp 1,25 triliun, bidang offshore memberikan kontribusi sebesar Rp 707,74 miliar. Sedangkan bidang non offshore memiliki porsi Rp 495,47 miliar.

Realisasi kinerja tahun lalu juga sudah on the track dengan target perusahaan, di mana kedua sektor mengalami pertumbuhan positif, yakni 11,95% yoy untuk offshore dan 11,43% yoy untuk non offshore.

Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Eka Taniputra menambahkan, keberhasilan ELPI juga didorong oleh sejumlah strategi yang dijalankan perusahaan.

Manajemen ELPI berhasil melakukan efisiensi dan optimalisasi pada setiap operasional kapal serta organisasi di ELPI yang memberikan kepercayaan plus satisfied dari client.

“Sehingga kami mendapatkan beberapa spot charter, perpanjangan kontrak hingga kontrak baru di tahun 2025 yang memberikan kontribusi bagi kenaikan pendapatan,” tambahnya.

Eka pun optimistis bahwa kinerja ELPI sejak IPO tahun 2022 hingga di tahun 2024 mengalami perkembangan yang sangat positif.

Dengan pertumbuhan pendapatan yang stabil dan meningkat, peningkatan laba bersih yang signifikan, DER yang stabil dan terkontrol serta diversifikasi bisnis yang telah dimulai setelah IPO.

Hal ini semakin memperkokoh ELPI dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri pelayaran dan penunjang minyak serta gas di Indonesia dengan jumlah armada mencapai di atas 100 unit.

Laba ELPI per 31 Desember 2024 tercatat mencapai Rp 263,98 miliar, dari tahun 2023 yang senilai Rp 161,90 miliar.

Laba tahun 2024 mengalami kenaikan 63,77% year on year (yoy), bahkan lebih tinggi dibandingkan peningkatan laba yoy 2022-2023 atau tahun sebelumnya dengan kenaikan 55%.


PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
16 December 2024
ELPI Perkuat Logistik Offshore & Perluas Bisnis Kemaritiman Internasional

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), kembali berprestasi dengan meraih penghargaan Emiten Kategori Perusahaan Pelayaran Offshore dalam ajang Bisnis Indonesia Logistics Award (BILA) tahun 2024. Direktur Utama ELPI, Eka Taniputra mengungkapkan penghargaan ini menjadi pengukuh sebagai perusahaan terdepan di sektor pelayaran offshore dari dedikasi seluruh tim. Eka menambahkan salah satu keunggulan ELPI dalam industri offshore dengan memiliki afiliasi perusahaan shipyard sendiri yaitu PT Eka Multi Bahari di Samarinda dan PT Orela Shipyard di Gresik termasuk engineer in house yang memberikan kemampuan ELPI untuk mengelola operasional secara efisien dan customize sesuai keinginan clients namun tetap safe, reliable & efficient.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
29 July 2024
Gigih Perjuangkan Green Energy Melalui DDF Program, ELPI Terima IDX Channel Anugerah ESG 2024

IDXChannel - PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) resmi menerima Piala Penghargaan Khusus dalam ajang IDX Channel Anugerah ESG 2024 untuk Kategori Sektor Transportasi dan Logistik. Penghargaan diterima secara langsung oleh General Manager Corporate Technical ELPI, Sentono Fristian, dalam seremoni penyerahan penghargaan, yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (25/7/2024). "Tentu sebuah kebahagiaan dan kebanggan bagi kami bisa berkiprah di level nasional, terkait penerapan ESG. Hal ini sesuai dengan Convention Paris di 2015, di mana kami dari industri marine berkomitmen untuk ikut berkontribusi dalam upaya cut off gas dari efek rumah kaca," ujar Sentono, usai penerimaan penghargaan.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
27 November 2023
Pelayaran Nasional Ekalya (ELPI) Raih Kontrak Rp200 Miliar dari Perusahaan Malaysia

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten jasa angkutan laut PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) menandatangani kontrak kerja sama dengan dua perusahaan Malaysia, NKA Energy Ventures Sdn Bhn dan Perpetro Sdn Bhd senilai Rp200 miliar. Kontrak yang didapatkan merupakan penyewaan Kapal Anggrek 7501 yang merupakan jenis PSV atau Platform Support Vessel. Kapal ini menjadi 1 diantara 10 dari kebutuhan dari Perpetro nantinya. Chief Operating Officer ELPI Dave Ritandhaka juga mengatakan PSV Anggrek 7501 ini nantinya mendukung untuk pekerjaan penunjang rig lepas pantai yang digunakan oleh shell dengan end user Serawak Sabah Shell yang mana akan on hire di awal Februari 2024. Kontrak ini berlaku selama 2 tahun.