PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
15 April 2026
Tambah Armada, ELPI Menangkan Lelang Kapal Offshore Senilai Rp790 Miliar

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melalui entitas anaknya, ETC mengakuisisi kapal Multi-Purpose Support Vessel (MPSV) Bourbon Evolution 805.

ETC memenangkan lelang kapal tersebut yang diselenggarakan oleh Shipbid (Singapore) Shipping Exchange Pte Ltd dengan nilai transaksi sebesar USD46,5 juta atau setara Rp790,5 miliar (kurs Rp17.000 per USD).

Dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (14/4/2026) transaksi pembelian kapal ini dilakukan melalui skema pembiayaan dari pihak ketiga, bukan dari perbankan atau institusi keuangan.

Penambahan armada tersebut diyakini akan memperkuat kapasitas operasional perseroan, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan melalui penempatan kapal pada proyek-proyek offshore dengan nilai tambah tinggi.

Selain itu, memberikan dukungan terhadap kelangsungan usaha (going concern) ETC, khususnya dalam pengembangan bisnis di sektor jasa offshore.

Perseroan mengakui bahwa penggunaan pembiayaan eksternal akan meningkatkan liabilitas. Namun, peningkatan tersebut dapat diimbangi oleh potensi pendapatan dari optimalisasi operasional kapal, sehingga tetap menjaga kinerja keuangan secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, Kapal Bourbon Evolution 805 merupakan kapal bertipe Dynamic Positioning 3 (DP3) MPSV, yang memiliki kemampuan multifungsi, mulai dari dukungan penyelaman (diving support), kapal suplai, pemadam kebakaran, water spraying, hingga oil recovery dan kapal siaga penyelamatan.

Dengan spesifikasi tersebut, kapal ini disebut sebagai kapal pertama berbendera Indonesia dengan kemampuan multi-use yang mampu menunjang kegiatan konstruksi offshore secara komprehensif.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
08 April 2026
Dear Investor, Dividen ELPI Rp126 Miliar Cair Besok

IDXChannel - PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) mencairkan dividen tunai dengan nilai Rp126 miliar pada Kamis (9/4/2026) besok. Setiap pemegang saham akan memperoleh dividen sebesar Rp17 per saham, bagi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (recording date) pada 26 Maret 2026.

Dividen tersebut setara 59,07 persen dari laba 2025 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp213,30 miliar. Nilai dividen ini meningkat dibandingkan dengan pembagian dividen tahun sebelumnya yang sebesar Rp100,06 miliar atau Rp13,50 per saham.

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2025, ELPI membukukan pendapatan sebesar Rp1,01 triliun dengan laba bersih mencapai Rp209,19 miliar, serta laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp213,30 miliar. Kinerja positif tersebut tidak hanya memperkuat fundamental usaha ELPI, tetapi juga menjadi pendorong optimisme dalam memperluas pangsa pasar ke depan.

Sejalan dengan hal tersebut, ELPI secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham melalui pembagian dividen yang terus meningkat dari tahun ke tahun

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
31 March 2026
BINTANG LAUT Terbukti Berjalan, Nelayan Ngemboh Rasakan Dampaknya

Gresik, 31 Maret 2026 – Program energi bersih BINTANG LAUT (Bangkitkan Inovasi Teknologi Angin dan Surya untuk Lautan) yang digagas oleh Orela Shipyard, afiliasi dari ELPI, bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi diluncurkan dan diserahterimakan kepada masyarakat nelayan Desa Ngemboh, Ujungpangkah, Gresik.

Program ini menjadi bukti nyata implementasi inovasi teknologi energi terbarukan di sektor pesisir melalui penerapan sistem hybrid tenaga angin dan surya yang dirancang untuk mendukung aktivitas operasional nelayan secara berkelanjutan.

Sejak dipasang, sistem BINTANG LAUT mampu menyuplai listrik secara stabil baik pada siang maupun malam hari. Kehadiran teknologi ini memberikan perubahan signifikan bagi nelayan yang sebelumnya bergantung pada sumber energi terbatas dalam aktivitas melaut.

Program yang digawangi oleh Dr. Dendi Satrio (ITS) dan Dr. Soegeng Riyadi (Orela Shipyard) ini terbukti tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga aplikatif di lapangan. Dengan desain teknologi yang sederhana dan adaptif terhadap kondisi cuaca pesisir, sistem dapat dioperasikan dengan mudah oleh masyarakat setempat.

Dari sisi manfaat ekonomi, implementasi BINTANG LAUT berhasil menekan biaya operasional nelayan hingga 90%, sekaligus menurunkan emisi karbon lebih dari 99% melalui pemanfaatan energi bersih dan ramah lingkungan.

Selain itu, penerangan yang lebih stabil juga turut meningkatkan produktivitas nelayan. Optimalisasi pencahayaan dalam aktivitas melaut berdampak pada peningkatan efektivitas kerja serta hasil tangkapan.

Keberhasilan implementasi program ini turut mengantarkan tim Orela Shipyard Afiliasi ELPI meraih penghargaan pada ajang PFsains 2025 kategori Implementation. Lebih dari sekadar pencapaian kompetisi, BINTANG LAUT menjadi representasi komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi teknologi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Melalui program ini, Orela Shipyard sebagai afiliasi ELPI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan teknologi maritim berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir serta transisi menuju energi bersih di Indonesia.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
27 March 2026
Q2 2026 Employee Development Program - 9 April s/d 12 Juni 2026

Memasuki kuartal kedua tahun 2026, Human Capital menghadirkan rangkaian program training dan workshop untuk mendukung pengembangan kompetensi STRONG People agar semakin unggul, adaptif, dan siap memimpin. Program yang diselenggarakan meliputi EDP “A Leader’s Hack: Active Listening” dan ODP “Effective Communication in the Workplace” pada 9 April 2026, dilanjutkan ODP “Attractive Report with Ms. PowerPoint” pada 16 April 2026, KSK “STRONG Value & Way of Life” pada 24 April 2026, EDP “Mentor: A Navigator to Unlock Team’s Potential” pada 7 Mei 2026, serta TDP “Effective Leadership: Art of Leading People” pada 12 Juni 2026. Seluruh karyawan dapat mendaftarkan diri melalui tautan yang telah disediakan hingga batas akhir 2 April 2026, dengan kuota peserta yang terbatas pada setiap kelas sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan SDM yang terus bertumbuh dan berdaya saing tinggi.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
11 March 2026
RUPST, RUPSLB, dan Public Expose ELPI 2025 - 9 Maret 2026

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) sukses menyelenggarakan rangkaian RUPST, RUPSLB, dan Public Expose di Surabaya pada 9 Maret 2026. Dalam pertemuan tersebut, Perseroan resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp126 miliar atau setara Rp17 per saham dari laba Tahun Buku 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham.

Sebagai langkah strategis ke depan, ELPI berencana melakukan aksi korporasi melalui rights issue sebanyak 2,11 miliar saham baru. Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk ekspansi armada, penguatan modal kerja, serta peningkatan kapasitas operasional. Selain itu, Perseroan memaparkan rencana diversifikasi bisnis ke bidang EPCI dan subsea guna memperkuat performa operasional dan memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
25 February 2026
ELPI Raih Kredit Rp395 M dari Bank Mandiri Buat Beli 10 Kapal Baca artikel CNBC Indonesia "ELPI Raih Kredit Rp395 M dari Bank Mandiri Buat Beli 10 Kapal

PT Pelayaran Nasional Eklya Purnamasari Tbk. (ELPI) mendapatkan kredit investasi sebesar Rp395,2 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Dalam keterbukaan informasi, manajemen ELPI melaporkan fasilitas kredit itu diberikan pada 24 Februari 2026.

Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo merincikan fasilitas kredit itu terdiri dari kredit investasi IX sebesar Rp280 miliar dan kredit investasi X sebesar Rp115,2 miliar.

Ia menjelaskan kredit investasi IX akan digunakan untuk pengadaan 6 unit kapal, yang terdiri dari Offshore Support Vessel/Offshore Supply Barge (OSV/OSB), Harbour Tug, Crew Boat, dan Pilot Boat. Tujuannya, pengadaan kapal itu khusus untuk kontrak PT Layar Nusantara Gas.

Sementara kredit investasi X digunakan untuk pengadaan 4 unit kapal baru jenis Offshore Support Vessel (OSV) dan/atau Crew Boat.

"Seluruh kapal yang dibiayai akan dijadikan agunan dan diikat dengan hipotek sesuai ketentuan Bank," ungkap Wawan dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (25/2/2026).

Fasilitas Kredit Investasi IX bersifat Committed, Non-Revolving dan Advised dengan jangka waktu 96 bulan. Sedangkan fasilitas Kredit Investasi X bersifat Uncommitted, Non-Revolving dan Advised serta dapat menjadi committed setelah pemenuhan persyaratan tertentu, dan uncommitted 81 bulan.

Lebih lanjut, Wawan mengatakan fasilitas kredit investasi IX telah mendapatkan kontrak selama 18 tahun untuk Floating Liquid Natural Gas (FLNG) pada Teluk Bintuni Papua Barat. Selain itu, fasilitas kredit ini berdampak pada peningkatan pendapatan emiten pelayaran itu.

"Adanya kepastian dan peningkatan revenue serta memberikan kepastian going concern dan memperkuat posisi Perseroan dibidang Offshore Support Vessel," ungkapnya.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
13 February 2026
Orela bersama ELPI Dukung Proyek Energi Surya Terapung Berbasis Laut di Gili Ketapang

Orela-ELPI melalui kolaborasi Innovate UK, British Embassy Jakarta, serta mitra akademik dan industri dari Indonesia dan Inggris, mendukung pengembangan proyek Floating Solar Photovoltaic (FPV) berbasis laut pertama di Indonesia yang berlokasi di Pulau Gili Ketapang, Jawa Timur.

Proyek yang dikembangkan oleh Solar2Wave ini merupakan hasil kolaborasi Cranfield University, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Pattimura, serta mitra industri termasuk Orela Shipyard dan Achelous Energy Ltd. Sistem FPV berkapasitas 27,2 kW ini dirancang untuk beroperasi di lingkungan laut dekat pantai (nearshore) sebagai solusi energi bersih bagi pulau-pulau kecil.

Tidak hanya menyediakan listrik ramah lingkungan, proyek ini juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan energi untuk kegiatan produktif, seperti penyediaan es dan penyimpanan dingin bagi nelayan guna menjaga kualitas hasil tangkapan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen dalam mendukung transisi energi, pengurangan emisi karbon, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
06 February 2026
Talkshow Zero Tolerance on Harassment - 6 Februari 2026

KCT Group menyelenggarakan talkshow bertajuk “Zero Tolerance on Harassment: Respect at Work” pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di Lantai 7 Graha KCT dan diikuti secara hybrid melalui Zoom oleh karyawan di luar Graha KCT. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Wawan Heri Purnomo sebagai narasumber, dengan tujuan memperkuat pemahaman karyawan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman, profesional, dan saling menghargai.

Melalui kegiatan ini, KCT Group menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelecehan di tempat kerja, sekaligus mendorong partisipasi aktif seluruh karyawan dalam membangun budaya kerja yang sehat, inklusif, dan berlandaskan nilai STRONG.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
05 February 2026
Emiten Pelayaran ELPI Beri Penjelasan Pasca Suspensi

Emiten jasa pelayaran pendukung industri energi, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) memberikan penjelasan resmi terkait dinamika pergerakan saham perseroan yang sempat memicu penghentian sementara (suspensi) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) awal pekan ini. Sekretaris Perusahaan ELPI, Wawan Heri Purnomo, menegaskan suspensi tersebut murni bersifat cooling down akibat aktivitas transaksi pasar yang tidak biasa (unusual market activity/UMA) dan bukan disebabkan oleh pelanggaran regulasi maupun masalah fundamental. "Kami sampaikan bahwa suspensi ini bukan karena adanya pelanggaran material, kealpaan pelaporan, gagal bayar (default), maupun isu hukum seperti PKPU. Langkah ini adalah fungsi self-regulatory organization (SRO) bursa untuk memberikan waktu bagi investor mempertimbangkan keputusan secara matang," tegas Wawan dalam Public Expose Insidentil di Surabaya, Kamis (5/2/2026). Dia menjelaskan manajemen mencatat pergerakan saham ELPI sangat fluktuatif sejak Januari 2026, berpindah dari level Rp800 hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) di posisi Rp1.405 pada 22 Januari, sebelum akhirnya mengalami normalisasi harga melalui mekanisme pasar. Merespons volatilitas tersebut, dia meyakini, kepercayaan pasar didorong oleh fundamental perusahaan yang kian solid. ELPI baru saja mengamankan kontrak jangka panjang senilai Rp2,39 triliun dengan durasi mencapai 18 tahun. Kontrak ini melibatkan pengoperasian enam armada baru di sektor hulu migas. Wawan menambahkan, perseroan juga tengah memacu penetrasi internasional. Saat ini, salah satu armada ELPI telah resmi beroperasi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, sebagai bagian dari visi menjadi world class shipping company.

"Diversifikasi yang kami lakukan fokus pada belanja modal yang produktif. Saat ini kami mengelola total 115 armada, di mana 106 unit merupakan kapal offshore milik sendiri. Kami tidak hanya menambah aset, tapi memastikan setiap investasi memberikan multiplier effect bagi ekonomi perusahaan," jelasnya. Untuk mendukung target pertumbuhan agresif di tahun ini, dia menyebut, ELPI bersiap melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,03 miliar lembar saham baru. "Seluruh dana yang dihimpun akan dialokasikan untuk pengembangan investasi dan penguatan struktur permodalan. Perseroan menjadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan pemegang saham pada 9 Maret 2026,” ujarnya. Hingga saat ini, dia mengatakan, struktur pemegang saham perseroan dipastikan tetap stabil dengan porsi kepemilikan masyarakat (free float) sebesar 15%. Manajemen juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan (sustainability) melalui inovasi efisiensi bahan bakar dan program green port. "Kinerja keuangan kami terus mencatatkan pertumbuhan positif sejak IPO. Kami optimistis, dengan fundamental yang kuat dan rencana aksi korporasi yang terukur, ELPI akan terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham secara berkelanjutan," tutur Wawan.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
21 January 2026
Training & Workshop STRONG People - Januari s/d Februari 2026

Dalam rangka mendukung pengembangan kompetensi dan penguatan karakter STRONG People, Human Capital KCT Group akan menyelenggarakan rangkaian Training & Workshop pada periode Januari hingga Februari 2026. Program ini dirancang untuk membekali karyawan dengan keterampilan praktis, pemahaman nilai perusahaan, serta peningkatan kesadaran terhadap keselamatan kerja.

Adapun pelatihan yang akan diselenggarakan meliputi Let’s Execute The Project, STRONG – Value & Way of Life, Public Speaking, dan Safety Awareness, dengan kuota peserta terbatas di setiap kelas. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
21 January 2026
Townhall - Strong Integration of Expertise and Dedication - 15 Januari 2026

Sebagai bagian dari penguatan komunikasi internal dan penyelarasan visi perusahaan, KCT Group akan menyelenggarakan kegiatan Townhall Semester I Tahun 2026 pada 15 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh STRONG People untuk menyimak arahan strategis yang akan disampaikan langsung oleh Board of Director, sekaligus menandai dimulainya Phase II perkembangan KCT Group.

Dikemas dengan konsep yang lebih fresh dan interaktif, Townhall akan dimulai pukul 14.30 WIB di Lantai 7 Graha KCT, diawali dengan rangkaian permainan di setiap pos yang telah ditentukan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti acara secara fokus dan tertib sebagai langkah awal perjalanan baru di tahun 2026 dengan semangat The Game Changer.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
10 December 2025
ELPI-Orela gandeng ITS dalam Soft Launching "SINAR ALAM LAUT (SINALA)"

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), melalui entitas afiliasi PT Orela Shipyard (Orela), secara resmi meluncurkan program ESG terbaru bertajuk Sinar Alam Laut (Sinala), sebuah inisiatif energi terbarukan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keamanan budidaya perikanan. Program ini berlokasi di Desa Ngemboh, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik.

Program Sinala memanfaatkan teknologi Floating Photovoltaic (FPV) sebagai sumber energi utama untuk mengoperasikan Lampu Nusantara (Lamusa), sistem keamanan CCTV, serta perangkat IoT pada keramba apung. Dengan inovasi ini, Sinala menghadirkan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi dua tantangan utama para pembudidaya ikan, yaitu tingginya mortalitas ikan akibat keterbatasan pakan alami dan maraknya pencurian ikan di area keramba.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
22 October 2025
Pelatihan Komunikasi Efektif di Tempat Kerja - 9 Oktober 2025

KCT Group bersama dengan perjalanan tahun ini telah mengadakan beberapa kelas pelatihan. Program-program ini dirancang untuk memperkaya dan memperkuat kompetensi STRONG di kalangan karyawan. Salah satu programnya adalah “Komunikasi Efektif di Tempat Kerja (Vecation Place)”. Pelatihan ini diklasifikasikan sebagai Program Pengembangan Operasional (ODP) dan wajib diikuti oleh setiap karyawan. Kelas terakhir diadakan pada 9 Oktober 2025, dipimpin oleh Weepy Grace (Talent Acquisition Superintendent ) dan diikuti sebagian besar oleh anggota baru kami. Vecation Place menetapkan tujuan agar STRONG People memiliki cara berkomunikasi yang sama dalam kehidupan sehari-hari di kantor.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
22 October 2025
Workshop: Internal Auditor ISO - 30 September s/d 8 Oktober 2025

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk bekerja sama dengan Bizplus.ID Surabaya berkomitmen untuk memperkuat keahlian internal dalam Sistem Manajemen Mutu dengan mengadakan pelatihan internal bertajuk “Workshop Auditor Internal berfokus pada ISO 9001, serta pemahaman tentang ISO 14001 dan ISO 45001.” Workshop ini diselenggarakan pada tanggal 30 September, 1 Oktober, 7 Oktober, dan 8 Oktober di Graha KCT, dengan metode seminar tatap muka, diskusi, studi kasus, dan simulasi peran sebagai Auditor dan Auditee. Mitra pembelajaran kami mendorong peserta untuk meningkatkan tingkat pengetahuan mereka dalam Manajemen Mutu, serta berlatih sebagai Auditor untuk mewujudkan nilai tambah perusahaan: Aman, Andal, dan Efisien.

PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
11 September 2025
Permintaan Kapal Baru dan Reparasi Naik, Begini Jurus ELPI Pacu Bisnis Galangan

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melihat tren permintaan jasa galangan kapal terus meningkat, baik untuk pembangunan kapal baru maupun reparasi.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, perseroan berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 30%.

Corporate Secretary ELPI Wawan Heri Purnomo mengatakan, saat ini utilisasi kapasitas di galangan milik perseroan yang berlokasi di Gresik dan Samarinda-Balikpapan sudah penuh.

"Secara kapasitas, kami sudah full. Satu galangan bisa menangani sekitar 1.500 ton per tahun, dan saat ini beban order sudah overload. Karena itu kami melakukan ekspansi agar bisa menampung permintaan,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (4/9/2025).

Menurut Wawan, tren permintaan di pasar saat ini relatif lebih banyak untuk jasa reparasi dan pemeliharaan. Namun dari sisi kapasitas produksi, justru pembangunan kapal baru lebih dominan. Hal ini karena pembangunan kapal baru dapat langsung diestimasi berdasarkan ukuran dan spesifikasi tonase.

"Kalau reparasi sifatnya lebih fluktuatif. Sementara kapal baru, misalnya 40 meter atau 30 meter, kapasitas produksinya jelas dan terukur,” jelasnya.

Saat ini, ELPI tercatat tengah mengerjakan sembilan kapal baru, terdiri dari kapal multipurpose, tug and barge, hingga crew boat. Proses pembangunan kapal umumnya membutuhkan waktu 16–18 bulan, termasuk tahap uji laik laut dan klasifikasi.

"Karena beban kerja sudah penuh, kami bahkan menolak beberapa permintaan eksternal untuk pembangunan kapal,” kata Wawan.

Meski demikian, jasa reparasi dan pemeliharaan tetap diambil demi menjaga hubungan dengan pelanggan.

"Kalau tidak diambil, ada risiko pelanggan tidak kembali ke galangan kita. Karena itu ekspansi menjadi pilihan,” tambahnya.

Wawan menuturkan, tantangan utama industri galangan kapal nasional masih berkutat pada ketergantungan impor bahan baku dan mesin, mulai dari mesin utama, generator, baling-baling hingga komponen kecil seperti kursi kapal.

"Mesin kapal sifatnya customized, jadi produsen global hanya akan membuat setelah ada permintaan. Ini membuat rantai pasok lebih panjang,” ujarnya.

Kapal bekas berusia 10 tahun asal Tiongkok masih diminati karena harganya relatif murah, sehingga kerap menjadi alternatif dibandingkan membangun kapal baru di dalam negeri.

“Industri galangan kapal di Indonesia akan tumbuh lebih cepat jika ada aturan yang membatasi usia kapal. Tanpa restriksi, tren pembelian kapal bekas dari luar negeri akan tetap menjadi tantangan,” tutur Wawan.

Sumber: Kontan


PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI
10 September 2025
ELPI Siapkan Ekspansi Galangan Kapal, Produksi Akan Naik 30%

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) mencatat lonjakan permintaan jasa galangan kapal, baik untuk pembangunan kapal baru maupun jasa reparasi. Untuk mengantisipasi tren ini, perusahaan berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 30%.

Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, menjelaskan bahwa saat ini tingkat utilisasi dua galangan milik ELPI—yang berlokasi di Gresik dan di kawasan Samarinda-Balikpapan—sudah mencapai batas maksimum.

“Secara kapasitas, kami sudah penuh. Satu galangan mampu menangani sekitar 1.500 ton per tahun, dan saat ini order sudah overload. Karena itu, ekspansi menjadi langkah strategis untuk menangkap peluang pasar,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).

Permintaan Tinggi, ELPI Tolak Order Eksternal

Permintaan pasar saat ini lebih banyak datang dari sektor reparasi dan pemeliharaan kapal. Namun secara kapasitas, pembangunan kapal baru masih mendominasi karena bisa dihitung secara pasti berdasarkan ukuran dan spesifikasi kapal.

“Kalau reparasi lebih fluktuatif. Tapi untuk kapal baru—misalnya 30 atau 40 meter—kapasitas produksinya jelas dan bisa direncanakan,” kata Wawan.

Saat ini ELPI tengah mengerjakan sembilan unit kapal baru, mulai dari multipurpose vessel, tug and barge, hingga crew boat. Proses pembangunan memakan waktu 16 hingga 18 bulan, termasuk uji laik laut dan proses klasifikasi.

“Karena kapasitas sudah penuh, kami bahkan menolak beberapa permintaan eksternal untuk pembuatan kapal. Namun, jasa reparasi tetap kami layani demi menjaga relasi dengan pelanggan,” tambahnya.

Tantangan: Impor Bahan Baku dan Tekanan Kapal Bekas Asal Tiongkok

Meski optimistis dengan potensi pasar, Wawan menyoroti sejumlah tantangan yang masih membayangi industri galangan kapal nasional. Salah satunya adalah tingginya ketergantungan terhadap impor bahan baku dan komponen, seperti mesin utama, generator, baling-baling, hingga komponen kecil.

“Mesin kapal sifatnya customized, jadi produsen baru memproduksi setelah ada permintaan. Ini membuat rantai pasok menjadi lebih panjang dan kompleks,” ungkapnya.

Selain itu, persaingan dengan kapal bekas dari Tiongkok juga menjadi tantangan tersendiri. Kapal bekas berusia 10 tahun masih banyak diminati karena harganya yang jauh lebih murah dibanding membangun kapal baru di dalam negeri.

“Kalau tidak ada regulasi yang membatasi usia kapal impor, tren pembelian kapal bekas akan terus menekan pertumbuhan industri galangan nasional,” tegas Wawan.

Dorongan Regulasi Diperlukan

ELPI menilai perlunya kebijakan yang lebih berpihak pada industri maritim dalam negeri, termasuk insentif fiskal dan pembatasan usia kapal impor. Dengan dukungan regulasi yang tepat, perusahaan yakin industri galangan kapal nasional bisa tumbuh lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Sumber: Jagat Bisnis